Situs Informasi Populer Jowo News: Sosial

Situs Informasi Populer Jowo News

NQNia.blogspot.com Is a Premium Template Sharing Blog


Jagat twitter mendadak heboh dengan trending topic "OM TELOLET OM". Sebutan telolet berasal dari suara klakson bus yang diburu oleh orang terutama remaja dan anak-anak.

Suara klakson telolet dari bus memang fenomenal dan memancing anak-anak di berbagai daerah untuk mengabadikan.

Video bus yang melintas sambil membunyikan klakson itu mereka unggah ke Instagram dan Youtube. Kepuasan yang didapat ketika mendapat banyak like dan bertambahnya follower.

Namun, kali ini ada selebritis dunia bahkan ikut-ikutan mencuit telolet. Terpantau ada dua DJ terkenal di dunia yang mencuit telolet. Sontek telolet menjadi semakin viral.


Pertama DJ asal Prancis DJ Snake. Ia mencuit "Omm Telolet Om" pada akun twitternya @djsnake.

Tak lama kemudian, Zeed yang juga seorang DJ berdarah Rusia-Jerman juga mencuit "OM TELOLET OM" pada akun Twitternya @Zedd.

Sampai tulisan ini dibuat "Om Telolet Om" masih menjadi trending topic Indonesia.




Suara Klakson Bus Indonesia Mendadak Mendunia


Beberapa kali saya melihat bapak ini berjualan di sepanjang jalan Sekaran-Patemon Gunungpati, Kota Semarang daerah Unnes.

Diketahui bapak ini bernama Pak Suyoto yang berasal dari Ambarawa. Langkah kakinya begitu perlahan menyusuri panasnya jalanan Kota Semarang. Panas matahari siang hari dan dinginya air hujan tak menyurutkan langkahnya untuk terus menjajakan daganganya. Usianya tak lagi muda, kadang terlihat susah payah untuk berjalan.

Bakul yang dibawa dipunggungnya terasa berat, namun tidak pernah diperdulikan olehnya. Pulang membawa sedikit uang untuk membeli makanan untuk keluarga jauh lebih penting dari segalanya. Tanggung jawab memberi nafkah tentu harus dipenuhi meski dengan perjuangan dan pengorbanan yang tidak mudah.

Beliau selalu menjajakan daganganya berupa mainan anak-anak dengan berjalan kaki. Mainanya ini sangat tradisional yang terbuat dari bambu dan kertas, jumlahnya sangat banyak. Kadang Pak Suyoto terlihat di daerah Semarang Kota bahkan sampai kampus Undip. Berangkat dari rumah pada pagi hari dan pulang pada malam hari.

Tentunya menjual mainan anak-anak tradisional tidak mudah ditengah perkembangan zaman yang semakin modern, anak-anak lebih suka bermain Clash Of Clan dan Clash Royale di smartphone. Namun untuk menyambung hidup dan memperoleh sedikit penghasilan beliau tetap berharap ada yang membeli daganganya.

Meski mainan yang dijual sederhana dan dijual murah seharga 3500 untuk 1 buah dan 10.000 untuk 3 buah, proses membuatnya tidak mudah dan butuh keterampilan dan ketekunan. Butuh proses lama untuk membuat 1 mainan, tapi harganya tak sebanding dengan apa yang dilakukan. Mungkin harga 3000 sangat murah bagi kita, namun bagi beliau sungguh nominal yang sangat berharga.

Semoga beliau selalu dilimpahkan rezeki oleh Allah SWT untuk menghidupi keluarga di rumah. Kadang air mata menetes ketika melihat perjuangan seorang ayah yang tetap beruaha meski dalam keterbatasan.

Yuk jika memliki sedikit rezeki bisa dibeli mainanya untuk anak-anak di lingkungan keluarga maupun di rumah, beliau sudah berjuang untuk menyambung hidup dan tidak mau meminta belas kasihan orang lain. Bantulah mereka yang berjuang dengan berdagang, ingat mereka tak pernah sedikitpun meminta belas kasihan siapapun, dengan membeli kita sudah memberi mereka harapan untuk terus melanjutkan hidup bersama keluarganya.

Sumber: FB Hanendya Disha Randy Raharja

Bantu Pak Suyoto Penjual Mainan Anak Tradisional


Hal dilematis kadang dihadapkan pada sarjana muda yang berniat ikut Sm3t, syarat ikut sm3t adalah bertitel sarjana namun seperti yang kita ketahui rata-rata mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya biasanya berumur 22 tahun. Usia 22 tahun adalah usia dimana seseorang telah cukup dewasa, jika berbicara tentang gender maka usia 22 tahun adalah usia yang sudah terbilang matang bagi seorang wanita untuk membina rumah tangga atau menikah.

Namun jika memilih ikut sm3t maka niat untuk menikah mesti diundur beberapa tahun kemudian. Jika diasumsikan usia guru setelah mengikuti kontrak sm3t dan pendidikan profesi guru (PPG) yang jika dikalkulasikan totalnya berdurasi hampir 3 tahun maka usianya sekitar 25 tahun.

Pada praktiknya, rata-rata perempuan menikah saat berusia 25 tahun dan pria 27 tahun. Menikah di usia ideal, kedua mempelai sudah siap dan matang secara psikologis sehingga risiko terjadinya perceraian pun lebih minim. Secara psikologis, mereka sudah lebih stabil dalam menyikapi banyak hal dalam kehidupannya.

Akan tetapi terkadang harapan tidak sesuai realita, bagi laki-laki menikah hanya menunggu kapan siap lahir dan batin namun bagi wanita menikah adalah perkara menunggu dan menunggu sampai seseorang datang untuk mempersuntingnya. menunggu butuh kesabaran karena bisa jadi yang ditunggu butuh bertahun-tahun sampai ia datang.
Jodoh adalah rahasia tuhan bisa jadi tidak memilih ikut Sm3t karena berharap jodoh datang tapi waktu yang dinanti tak jua bersua dan bisa jadi memilih ikut sm3t sambil memperbaiki diri dan menyibukkan diri dalam kebaikan akhirnya malah bisa bertemu dengan jodoh.

Namun Jika suatu hari engkau telah dinyatakan lulus sm3t dan tiba-tiba seseorang datang mempersuntingmu mana yang akan engkau pilih ? menikah atau justru ikut sm3t?

jawabannya jelas anda yang lebih mengetahui. tapi lebih bijak jika jodoh telah datang maka harus disambut dan yakini bahwa Jodoh masih lebih baik dari karir karena karir bisa dipilih namun jodoh kadang tak datang dua kali.

Ikut SM3T Berarti Menunda Pernikahan Selama 3 Tahun! Berani?

[Source]

Ikut SM3T Berarti Menunda Pernikahan Selama 3 Tahun! Berani?


Tahun 70an sampai awal 90an, kita masih sering melihat mahasiswa luar daerah yang kos di Jogja ikut ronda, kerja bakti kampung, bahkan membantu pemilik kos mengecat atau benerin genteng rumah. Tidak jarang anak kos ikut makan di dalam, baik karena warung masih jarang ataupun alasan hidup irit. Pemilik kos juga oke-oke saja karena menganggap mahasiswa luar daerah adalah anak-anak yang sedang prihatin, jadi perlu dibantu.

Banyak warung di sekitar UGM atau UNY ketika itu kalendernya penuh lingkaran dan coretan spidol. Mau tau kenapa? Itu adalah catatan hutang makan anak-anak kos yang weselnya telat. Hubungan pemilik warung dan anak kos demikian dekat juga karena alasan kemanusiaan. Hutang makan itu tidak mengenal prinsip perjanjian bisnis yang ada temponya. Pokoknya, hutang baru dibayar kalau kiriman uang dari kampung sudah tiba. Dan satu mahasiswa yang kos bisa punya hutang makan di dua atau tiga warung yang berbeda.

Anak kos juga hidup selayaknya orang kampung setempat. Tidak sibuk di kamar dan hanya keluar seperlunya. Banyak yang ikut nongkrong di pinggir jalan, ngobrol sampai malam bahkan begadang sampai pagi di akhir pekan. Kalau pulang kampung, mereka balik ke Jogja membawa oleh-oleh buat pemilik kos. Bukan sekadar makanan kecil, kadang bahkan beras, bawang merah, lombok, sampai ayam. Pokoknya apa yang dipunya orang tua di kampung dibawa. Itu adalah hubungan kekeluargaan yang luar biasa hangat.

Sekarang?

Tidak ada lagi anak kos ikut ronda, kerja bakti, apalagi mbenerin genteng rumah kosnya. Barangkali terlalu sibuk dengan kuliah dan tugas-tugas. Tidak ada lagi cerita kalender penuh catatan spidol berisi daftar hutang makan anak kos. Semua dibayar tunai pada saatnya. Transaksinya standar. Bukan lagi hubungan dua anak manusia yang menjadi saudara, kos telah menjadi bisnis murni dan yang ada adalah penjual dan pembeli.

Kalau kita rasan-rasan dengan para pemilik kos, ada kerinduan dari cerita-cerita mereka soal masa lalu kehidupan kampung yang penuh kos-kosan di sekitar kampus. Artinya, sebagai orang Jogja, para pemilik kos ini sebenarnya masih ingin dianggap sebagai saudara oleh anak-anak kos. Tapi di sisi yang lain, kalau mahasiswa gerundelan soal kosnya, suaranya hampir senada. Mereka juga mengeluhkan iklim bisnis yang terlalu melekat di sektor persewaan kamar ini.

Artinya, memang ada perubahan di kedua belah pihak.
Kita sebenarnya kangen dengan hubungan manusiawi antara pemilik kos dan mahasiswa ngekos. Kita ingin melihat lagi Jogja yang hangat kepada para pendatang. Di sisi lain, kita juga ingin melihat anak-anak muda yang datang ke Jogja dengan membawa semangat kekeluargaan.

Hidup sebagai mahasiswa kos di Jogja jangan sampai terlewat hanya dengan belajar ilmu di kampus. Tinggal di Jogja adalah kesempatan besar untuk mengecap budaya masyarakat setempat. Tidak hanya menikmati gudeg yang manis, tetapi sekaligus merasakan manisnya kehidupan bertetangga di kampung.

Mari kita kembalikan ruh persaudaraan semacam itu. Perlakukan mereka yang datang untuk belajar di Jogja sebagai anak-anak kita sendiri. Dan untuk mahasiswa luar daerah yang datang ke Jogja, anggaplah pemilik kos sebagai orang tua.

Sumber: FB @syauqisoeratno

Zaman Dulu Mahasiswa Ikut Ronda, Kalau Sekarang?

Efek buruk mahasiswa suka makan mie instant: setelah lulus mereka mikirnya bisa dapet kerja dan sukses dengan instant juga. 

Survey, 9 dari 10 mahasiswa masih beranggapan kalo setelah lulus bisa langsung dapet kerja. Wow, ini naif banget sih. Kalo gak segera dibuka ‘mata hati’-nya, pas menjelang lulus nanti, kamu akan sangat kaget dan, “Abis wisuda, gue bingung harus gimana.“, ujungnya jadi sarjana pengangguran.

Ini pengalaman kerja gue setelah wisuda, dan kalo Bapak kamu bukan direktur, pejabat PNS, atau punya perusahaan keluarga. Kamu kudu baca ini!

Level-level sarjana pengangguran menurut bulan

Setelah dinyatakan lulus dengan SKL, gue perlu nunggu 6 bulan untuk pekerjaan pertama gue. Menuju 6 bulan itu, orang tua nanya mulu.

“Sam, kapan kerja?”
“Oh, mungkin 6 bulan lagi, Ma.”
“Lama amat? Itu nganggur?”
“Nggak, liburan setelah wisuda.”
“Program dari kampus?”
“I.. iya Ma, iya.”
“Oh, lama juga ya? Yaudah deh.”
“Iya, sabar ya Ma?”, huff.

Setelah lulus, kebanyakan fresh graduate itu bakal ngira akan langsung dapet kerja yang cocok dengan gaji yang selangit, padahal, well… hidup gak akan semulus paha kaki kamu –apalagi kalo paha kaki kamu burigan.

Nganggur 6 bulan setelah wisuda itu udah beruntung banget! Karena di luar sana banyak banget sarjana yang bertahun-tahun gak dapet panggilan kerja.

Jangan sampe kamu kelamaan nganggur! Via www.business2community.com

Bisa dibilang, 4 bulan itu level aman pertama nganggur, 8-12 bulan itu level was-was, dan lebih dari 12 bulan itu adalah level kritis: elu akan terancam jadi pengangguran lebih lama, waktu kamu tinggal 6 bulan lagi untuk label fresh graduated.

Pengalaman gue, ngedaftar kerja lewat portal pencarian kerja itu 95% PHP. Mungkin dari 20 lamaran yang kamu apply, cuma 1 atau 2 perusahaan yang meresponse. Respond-nya juga setelah 3 bulan ngelamar. So, apply lamaran minimal ke 100 perusahaan.

Bisa dibayangkan dalam setahun, gue cuma dapet 2 kali interview kerja, dan semuanya gagal total. Gue dapet pekerjaan pertama karena rekomendasi dosen, so, baek-baek dah sama dosen kalian.


Pekerjaan pertama belum tentu jadi karier kamu

Sumringah banget rasanya bisa diterima kerja pertama kali. Semangat banget buat belajar hal baru: urusan gaji mah belakangan, yang penting kerja dulu. Sampe akhirnya kamu mulai sadar kalo kamu pengin bisa beli ini itu. Apalagi kalo sampe ngobrol sama temen-temen tentang “Gaji elu berapa?”
Pekerjaan pertama gue, gue digaji 2,8 juta, udah termasuk transport dan uang makan, gaji pokoknya 2juta tanpa bonus.

Menurut gue itu udah gede banget, secara pas kuliah kiriman sebulan 500,000 udah bisa buat clubbing, ajeb-ajeb, dan traveling. Becanda, yang sebenernya gue kerja part time jadi gembel di stasiun.

Setelah lulus dan ada moment ngobrol sama temen, pembahasan pertama orang baru lulus pasti soal gaji,
“Gaji pertama elu berapa, Klis?”, temen gue nanya ke Mukhlis, gue nyimak.
“Gue gaji pokoknya 5 juta, belum termasuk jaminan.”
“Oh, enak lu. Gue cuma 4 juta, tapi bonusnya lumayan kalo tembus target.”
“Yah, lumayan enak juga. Elu gimana Sam?”
“ANJIR! Boss gue kena serangan jantung nih! Gue kudu samperin dia!?”, gue lari sambil nangis.

Boss gue sih gak punya penyakit jantung, tapi kalo bulan depan gaji gue gak dinaikin juga, gue pastikan dia akan segera jantungan.

Gue pernah ngeliat advertise dari Google tentang kaca mata pendeteksi kebohongan, dan terbukti kebohongan paling banyak dilakukan di dunia ini adalah, “Saya tidak masalah dengan gaji, saya hanya ingin berkontribusi positif untuk perusahaan Anda.”, kebohongan yang sering terjadi pas wawancara kerja.

Pekerjaan pertama belum tentu jadi karier kamu. Selain karena gaji yang kagak sesuai, boss dan rekan kerja juga jadi pengaruh kenapa akhirnya kita milih resign dari tempat itu. Siapa juga yang betah kerja sama boss asshole yang seenaknya sendiri, atau bareng rekan kerja yang bermuka dua, atau temen-temen yang fake?

Pekerjaan pertama gue membuat gue berpikir bahwa, “Dunia ini ternyata kotor!”


Makin tinggi kuliah makin susah nyari kerja

Temen gue yang lulus S1 terus lanjut S2, kalo bukan dia dapet beasiswa kedinasan, dapet rekomendasi dari dosen, atau orang tuanya punya posisi di perusahaannya, kebanyakan akan susah nyari kerjaan.

Gue gak bohong, perusahaan kalo nyari recruitment itu, daripada milih karena tingkat pendidikan, mereka lebih milih orang yang punya pengalaman. Dilemmanya, orang baru lulus mana punya pengalaman, sedangkan syarat kerja kudu berpengalaman minimal 2 tahun. The hell?!

Jangan kecepetan lulus kalo belum siap, via www.getbusymedia.com

Artinya, makin kecil aja kemungkinan seseorang kalo mau ngelamar posisi level manager, sedangkan sarjana baru lulus kemaren hari, ego-nya pada gede-gede dan idealis. Kalo gak jadi manager, gak mau kerja.

Ini mungkin bener karena mahasiswa kebanyakan makan mie instant, pas lulus jadi sarjana, pengin dapet kerjanya yang langsung jadi manager.


Penjelasan gue bisa jadi perhatian buat kamu ketika mau ngambil S2 dengan alasan ‘biar lebih gampang nyari kerja’, keputusan kalian: Tetot! (Share tulisan ini ke temen kamu, khususnya yang mau lanjut S2, tolong selamatkan mereka!)


Kerja itu kayak kuliah, awalnya doang bahagia, setelah beberapa saat jadi terpaksa

Kalo yang gue alamin dulu, okey… setelah dapet kerja, awalnya emang bahagia, tapi beberapa bulan kemudian akan merasa jenuh sama kerjaan. Di saat kita udah total kerja, tapi gaji disamain sama temen kerja yang kerjanya kagak niat.

Semakin kita punya banyak keterampilan, makin dimanfaatin, imbasnya beban kerja makin tinggi. Sama kayak kuliah, yang paling aktif atau yang paling pinter, bakal dijadiin PJ mata kuliah, sukarela lagi. Tetot!

Gondok, beberapa hari kemudian gue mulai mikir kalo kerjaan ini gak nge-feel lagi. Quotes-quotes yang dulu nggak pernah kita peduliin, tau-tau jadi ngena banget, “Bekerjalah dengan sepenuh hati, karena jika bekerja sudah tidak dengan hati, maka pekerjaan yang tepat adalah mengundurkan diri.”

Feel-feel kayak gitu sama persis kayak pas kuliah. Awalnya bahagia, beberapa bulan kemudian mulai ngerasa salah jurusan. Sayangnya kalo udah kerja, muncul pikiran-pikiran gini, ‘kalo gue resign, gue harus nyari kerja lagi, di-PHP-in lagi, belum tentu dapet kerjaan yang cocok, dan seterusnya dan seterusnya’ yang akhirnya membuat kita bertahan dalam penderitaan.

Saran gue, jangan gitu. Always follow ur dream.

Hidup nggak selucu itu. Klik gambar buat liat tweet aslinya.

Gue cerita ini bukan buat nakut-nakutin, cuma pengin ngasih tau (khususnya yang masih kuliah) biar bisa siap-siap lebih mantep menghadapi realita yang mungkin nggak pernah kamu bayangin sebelumnya.

Well, gue yakin yang baca tulisan ini lebih banyak dari kalangan keluarga yang bokapnya bukan direktur, artis, anggota dewan, atau yang punya perusahaan keluarga, sehingga setelah lulus dijamin gak bisa setenang ini: “Kerja? Kan ada bokap gua.”
Gue nulis ini karena,

“Gue bukan anak orang kaya, jadinya harus lebih yakin dan berusaha.”

Kalo mau dapet karier yang bagus, kudu struggle di sana, kudu total, jangan jadi kutu loncat, jangan kebanyakan nuntut perusahaan, tapi lebih banyak berkorban dan memberi. Seberapa tangguhkah kamu?

[Source]

Kalau Bapak Kamu Bukan Direktur atau Pejabat, Kamu Kudu Baca Ini


Siapa yang tidak kenal dengan Bill Gates, sebagai orang terkaya di dunia, sosoknya begitu populer baik di ranah online maupun di dunia offline. Kesuksesannya mengembangkan bisnis membuat Bill Gates menjadi inspirasi bagi banyak pelaku usaha baik di dalam maupun di luar negeri. Dengan kekayaan yang mencapai US$75,9 miliar atau setara Rp1000 triliun membuatnya menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Tentu bukan proses yang mudah bagi Bill Gates untuk mencapai posisi seperti saat ini. Perjalanan panjang dalam mengembangkan bisnisnya tidak boleh dikesampingkan ketika kita melihat kesuksesan yang ia capai. Bahkan juga kebiasaan-kebiasaan sederhana yang ia lakukan setiap hari pun bisa kita tiru selama itu berdampak bagus bagi kita maupun bisnis kita. Untuk itu, di bawah ini adalah beberapa kebiasaan yang kerap dilakukan oleh Bill Gates setiap hari yang kemudian bisa membawanya mencapai kesuksesan seperti saat ini.


1. Bill Gates Adalah Orang yang Banyak Membaca Buku

Bill Gates dikenal sebagai seorang yang gemar membaca buku, bahkan bukan saja penggemar membaca, Bill juga dikenal sebagai sosok penggila buku. Dalam sebuah wawancara disebutkan bahwa Ayahnya menceritakan bahwa Bill kecil adalah anak yang gemar membaca yang ia anggap menarik.

Mulai dari buku ensiklopedia sampai dengan buku fiksi ilmiah. Bahkan sang Ayah pernah membuat aturan di dalam rumahnya yang berbunyi “Dilarang membawa buku saat makan malam” itu karena begitu gilanya ia membaca buku. Dan kebiasaan tersebut masih terus dilakukannya sampai saat ini.


2. Bill Gates Selalu Menjaga Waktu Tidurnya

Sudah kita ketahui semua bahwa Bill Gates adalah orang yang sangat sibuk dengan dengan memimpin perusahaan terbesar di dunia. Namun demikian, ia selalu menjaga dan mempertahankan kebiasaan waktu tidur selama tujuh jam setiap malam. Satu waktu Bill diwawancarai dan ia menyebutkan bahwa ia membutuhkan waktu tidur malam yang cukup untuk selalu menjaga kreativitasnya.

“Sangat menyenangkan untuk bisa terjaga sepanjang malam. Namun untuk mengeluarkan kreativitas, saya butuh tidur selama tujuh jam,” tutur Bill kepada The Seattle Times.

Untuk itulah ia selalu berusaha sebisa mungkin menjaga waktu tidur malam yang cukup. Tentu saja ini sangat berpengaruh kepada daya kreasi dan inovasinya ketika ia memimpin perusahaan.


3. Bill Gates Selalu Melakukan Inovasi

Saat ini mungkin Bill Gates adalah termasuk salah seorang tersukses di dunia dengan bisnisnya. Meski demikian, namun ia menegaskan bahwa ia selalu menikmati ketika mengerjakan hal-hal yang baru. Kebiasaan inilah yang membuat Bill terus maju dan perusahaannya selalu berkembang menjadi semakin besar dan besar.

“Ketika merasa telah berhasil dalam suatu hal, saya selalu berhati-hati agar tidak terlalu larut dalam kesenangan. Dalam bisnis yang saya jalani, akan selalu ada masalah baru yang harus diselesaikan,” jelas Bill.


4. Bill Gates Adalah Orang yang Dekat Dengan Keluarga

Meski Bill Gates adalah orang yang memiliki segudang pekerjaan, namun ia adalah termasuk orang yang dekat dengan keluarga. Bahkan ia pernah membandingkan dirinya dengan teman-temannya yang lain, dan ia merasa bahwa ia lah yang paling dekat dengan keluarga dibandingkan dengan lainnya. Hubungannya dengan orang tuanya sangat bagus, ia juga pernah menyebut bahwa orang tuanya adalah orang yang sangat menyenangkan.

Di akhir pekan, ia selalu menyempatkan diri untuk berkumpul bersama keluarganya. Bahkan ia juga menyempatkan diri untuk membuat video khusus untuk menyambut ulang tahun sang ayah di blog pribadinya.


5. Bill Gates Adalah Orang yang Hemat

Meski ia adalah termasuk orang terkaya di dunia, namun ia tetap menjadi orang yang hemat dalam membelanjakan uangnya. Bill pernah menceritakan bahwa ia pernah melihat beberapa perusahaan yang menjadi kliennya tiba-tiba bangkrut.

Sejak saat itulah ia selalu berpikiran untuk menyimpan uangnya di bank sebesar gaji yang ia dapatkan selama satu tahun. Ini ditujukan jika suatu saat terjadi hal buruk pada perusahaannya dan ia tidak dapat pemasukan, maka ia masih bisa bertahan hidup dan kemudian bangkit lagi.

[Source]

Kebiasaan Bill Gates Ini Membawanya Menjadi Orang Terkaya Di Dunia


Seorang ulama di Malaysia, mengatakan tindakan keluar dari grup Whatsapp bisa masuk dalam kategori haram. Hal ini disamakan dengan memutus tali silaturahmi.

"Bila kita 'left group', artinya kita putus silaturahmi. Putus silaturahmi ini haram, dosa besar yang sangat berat," ujar Ustaz Azhar Idrus, dikutip dari Sinar Harian Malaysia, Jumat 3 Juni 2016.

Menurut sang Ustaz, jika tidak ingin masuk ke dalam kategori orang-orang yang berdosar besar, anggota grup Whatsapp disarankan untuk pamit terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan, agar tidak menimbulkan prasangka buruk dan komentar negatif yang malah semakin menumpuk dosa.

"Left group ini ada berbagai alasan. Kadang-kadang, karena kita tidak suka dengan orang-orang di dalam grup, atau grup tersebut tidak memiliki faedah, atau juga karena si pengguna ponsel terlalu banyak memiliki grup di Whatsapp," jelas sang ulama.

Karena itulah, agar tidak menimbulkan prasangka yang negatif, seharusnya anggota yang ingin keluar memaparkan alasannya 'left group'. Selain itu, jangan lupa juga untuk saling bermaafan sebelum benar-benar keluar dari grup.

"Bila kita hendak keluar (dari grup) meminta maaflah, nyatakan sebabnya. Jadi, left group tidak akan menjadi masalah," jelas dia.

[Source]

Haram Hukumnya Keluar dari Grup Whatsapp

Salah satu isu dunia yang kini sedang marak jadi pembicaraan adalah naiknya suhu bumi. Beberapa penyebab kenaikan suhu bumi di antaranya polusi udara dan pe lingkungan.

Salah satu penyumbang terbesar polusi lingkungan adalah dari bahan plastik yang biasa kita gunakan untuk bungkus makanan dan minuman. Sulitnya sampah bahan plastik terurai, menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan dan pemanasan global.

Ada berbagai macam cara yang bisa kamu lakukan untuk ikut serta melestarikan lingkungan. Kamu bahkan bisa memulainya dari dalam rumah dengan cara yang mudah dan tanpa biaya, yakni mendaur ulang (recycle) barang bekas yang sudah tak terpakai.

Daripada memenuhi gudang atau terbuang sia-sia, Anda bisa mengolah kembali barang bekas menjadi sesuatu yang berguna dan bahkan memiliki nilai seni yang tinggi.

Berikut ini adalah 10 Ide Kreatif Manfaatkan Botol Plastik.

1. Taman Gantung


Di rumahmu banyak terdapat botol bekas? Jangan langsung dibuang begitu saja. Botol tersebut dapat kamu manfaatkan sebagai tempat untuk menanam beragam tumbuhan dan menggantungnya. Jika ruang di rumah sempit, kamu bisa memanfaatkan tembok untuk menggantung tanaman tersebut sehingga menjadi taman gantung.


2. Mozaik


Bagian dasar botol atau gelas plastik bisa jadi media kreatif Kamu untuk mendekorasi rumah. Membuat mozaik pada tembok rumah dengan limbah plastik bisa jadi alternatif dekorasi sekaligus turut terlibat dalam aksi ramah lingkungan. Tak hanya itu, hasilnya pun terlihat menarik dan atraktif. Seru!


3. Tempat Perhiasan


Terkadang mungkin kamu ceroboh meletakan perhiasan di sembarang tempat. Menggunakan bagian bawah botol plastik yang dipotong dan dihaluskan pinggirnya, bisa jadi solusi kamu untuk membuat tempat penyimpanan perhiasan sendiri. Pilih botol plastik berwarna menarik agar terlihat cantik di atas meja riasmu.


4. Tempat Lampu


Selain tempat perhiasan, bagian dasar botol plastik juga bisa menghasilkan karya yang indah, seperti cap lampu gantung. Dengan kreatifitas dan kemauan, Kamu bisa menciptakan sebuah karya seni yang tak kalah berkelasnya hanya dari botol plastik. Biasan cahaya lampu yang terpancar pun terlihat kian dramatis.


5. Sapu


Saat sapu di rumahmu rusak dan dalam keadaan darurat lantai rumah harus segera dibersihkan? Jangan panik, carilah botol plastik dan kreasikan dengan membuat sapu dari limbah tersebut. Tak kalah dengan sapu ijuk atau bahan lainnya, sapu dari bahan botol plastik ini juga ampuh membersihkan rumahmu, dan mudah dibersihkan. Cukup bilas sapu plastik tersebut dengan air, sapu plastik ini pun akan bersih dalam sekejap.


6. Tempat Lampu dari Sendok Plastik


Setelah menggelar acara syukuran, terkadang limbah sendok plastik yang digunakan para tamu datang berlimpah. Jangan langsung dibuang begitu saja karena ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang menarik, yaitu tempat lampu yang unik. Potong bagian bawah sendok, dan gunakan lem untuk saling merekatkannya pada badan botol lalu masukkan lampu untuk meneranginya.

Tak hanya cantik, cahaya lampu pun bersinar remang-remang dan terlihat sangat dramatis. Cocok untuk diletakan di kamar tidur anak sebagai lampu tidur di malam hari.


7. Kanopi untuk Mobil


Apakah mobilmu seringkali terkena hujan saat diparkir di rumah? Kini, Kamu bisa membuat lahan parkiran sendiri untuk kendaraanmu dengan memanfaatkan botol plastik sebagai kanopinya. Lihat kanopi rumahmu pun terlihat unik dan atraktif.


8. Pot Menggemaskan


Bila memiliki tanaman kesayangan, Kamu bisa memanfaatkan dan mengkreasikan botol plastik menjadi potnya. Dengan kreatifitas, Kamu bisa mengubah limbah plastik tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat. DIY (do it your self) membuat pot yang satu ini juga dapat dijadikan kegiatan bersama sang buah hati. Sekaligus mengajarkan sistem daur ulang produk sedini mungkin pada anak-anak kita sebgai generasi penerus bangsa.


9. Vas Bunga


Untuk menghiasi ruangan tamu kamu, tak perlu membeli vas mahal. Kamu bisa membuatnya dengan botol plastik yang tidak terpakai. Bentuknya pun menyerupai vas bunga berbahan kristal yang biasanya terpajang di ruang tamu. Keren!


10. Tempat Pensil


Bagi Kamu yang gemar menggambar atau memiliki anak-anak balita di rumah, koleksi pensil gambar dan warna terkadang suka tercecer di sembarang tempat. Dengan menggunakan limbah botol plastik, Kamu bisa membuat tempat pensil untuk meletakkan peralatan gambar dengan rapi.

Sumber: Kaskus

10 Ide Kreatif Manfaatkan Botol Plastik

Subscribe Our Newsletter