Situs Informasi Populer Jowo News: Headline

Situs Informasi Populer Jowo News

NQNia.blogspot.com Is a Premium Template Sharing Blog


Salah satu kuliner asli Indonesia adalah soto. Kuliner ini  adalah kuliner khas Indonesia yang paling melegenda. Hampir di setiap daerah di Indonesia memiliki cita ras khas soto yang perlu untuk dicoba. Berikut 19 soto paling nikmat khas nusantara yang bisa Anda nikmati saat rindu dengan masakan khas Indonesia.


1. Soto Kudus
Soto yang berasal dari daerah Kudus ini punya ciri khas, yaitu penyajiannya menggunakan mangkok yang kecil. Isiannya hampir sama seperti soto pada umumnya, ada tauge dan juga kol. Soto kudus bisa berisi daging ayam atau daging kerbau, tapi untuk daging  kerbau jika diluar kota kudus akan sulit untuk mencarinya. Tetapi kalau kita mencarinya di daerah Kudus mungkin kita akan mudah menemukannya.

Soto Kudus terdiri dari dua jenis yaitu soto ayam dan soto sapi. Dua-duanya memiliki rasa manis gurih yang merupakan ciri khas dari soto Kudus. Selain rasanya yang unik, penyajian soto Kudus pun unik, yaitu di dalam mangkuk berukuran kecil dan dilengkapi dengan irisan ayam goreng, seledri, bawang goreng, bawang putih goreng, dan tauge.



2. Soto Lamongan
Soto Lamongan ini adalah satu-satunya soto yang menggunakan bumbu koya, yaitu bubuk gurih yang terbuat dari udang dan bawang dalam penyajiannya. Selain penggunaan koya, ciri khasan Soto Lamongan terletak pada penggunaan ayam kampung karena ayam jenis ini membuat kaldu soto menjadi lebih gurih dan tidak berbau.

Soto khas Jawa Timur ini merupakan jenis soto yang cukup ringan karena kuahnya yang bening dan tidak menggunakan susu maupun santan. Tidak perlu jauh-jauh pergi ke Lamongan untuk mencicipi masakan yang satu ini, karena soto Lamongan sudah tersedia di banyak warung makan di daerah lain.



3. Soto Semarang
Meskipun namanya sama-sama soto ayam, namun tiap daerah memiliki ciri atau kekhasan masing-masing. Misalnya, resep soto ayam kuah bening. Kuah seperti tersebut merupakan gaya memasak masyarakat Semarang bila membuat soto. Makanya resep masakan tradisional ini disebut juga soto ala semarangan. Cita rasa segar kuah bening dari soto ala semarangan ini tak kalah dengan sejumlah resep berkuah.

Salah satu soto khas Semarang yang cukup dikenal adalah soto bangkong. Soto Bangkong adalah salah satu bukti keberhasilan pemasaran soto sebagai makanan rakyat di Indonesia. Berawal dari penjual soto keliling pada tahun 1950 dan memiliki cabang yang tersebar hampir di seluruh pulau jawa.

Cerita kelezatan soto Soleh kemudian menyebar dari mulut ke mulut dan mendapat julukan Soto Bangkong. Tahun 1957, Soleh mematenkan nama tersebut dan mulai membangun warung permanen sederhana di samping Kantor Pos Bangkong, yang masih ada dan menjadi pusat dari jaringan Soto Bangkong sampai kini.


4. Soto Kebumen
Soto kored merupakan soto yang hanya ada di pantai Petanahan, Kabupaten Kebumen. Soto ini berbeda dari yang lain karena isinya hanya tauge, potongan daging dan kupat. Setelah seharian bermain di pantai kita bisa mampir ke soto kored ini untuk mengembalikan tenaga karena kebutuhan karbohidrat, proein, mineral dan lemak akan tercukupi dengan memakan soto ini.

Adapun, rasanya pun berbeda dari soto lainnya karena mempunyai kuah yang khas dengan bumbu kunyit dan jahe. Soto ini disebut kored karena berasal dari nama penjualnya yaitu Pak Sukarman atau Pak Kored yang turun temurun ini.


5. Soto Seger Boyolali

Soto adalah salah satu kuliner khas Indonesia. Dan membicarakan kuliner satu ini, tak lengkap rasanya jika tak membincangkan soto seger khas Boyolali yang cukup terkenal. Soto Seger Boyolali mempunyai kedudukan penting dalam peta kuliner Boyolali.

Boleh dibilang ia adalah penanda kebangkitan usaha kuliner di Boyolali. Kemunculannya seolah menggairahkan kembali dan makin menyemarakkan dunia kuliner di kota kecil ini. Salah satu yang terkenal adalah soto ayam Mbok Giyem yang kini berubah nama menjadi soto Hj Fatimah.

Soto yang memiliki cita rasa kuah yang gurih membuat masyarakat ketagihan oleh kenikmatannya. Soto Hj Fatimah juga biasanya disebut dengan soto segar karena setelah menyantapnya memberikan sensasi segar di dalam tubuh. Soto ini berada di kawasan jalan utama Boyolali menuju Solo, dan selalu buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB. Hal itu dapat diartikan bahwa soto ini cocok untuk sarapan anda.

Selain soto seger, juga ada soto rumput Boyolali. Soto Rumput, soto yang termasuk kuliner legendaris di Boyolali kini telah melebarkan sayap usahanya di Salatiga. Keberadaan cabang Soto Rumput di Salatiga sebenarnya sudah agak lama, dan masyarakat setempat lambat laun mulai mengenalnya. Bahkan beberapa tahun belakangan ini popularitasnya melejit hingga mampu membuka kurang lebih 3 cabang di Salatiga saja.

Dinamakan Soto Rumput karena di kota asalnya, Boyolali, warungnya berdekatan dengan tempat yang menjual rumput untuk pakan sapi/kuda. Sotonya terdapat beberapa pilihan, ada soto daging sapi, soto ayam, dan soto jeroan (campur). Namun jika tidak menyebut spesifik menu yang diinginkan, pelayan akan menyuguhi pembeli dengan soto daging sapi, menu andalan di warung ini. Soto Rumput adalah jenis soto dengan kuah bening tanpa santan. Meski begitu, kuah kaldunya cukup pekat dan bumbunya pun terasa mantap. Hanya dengan menyesap sedikit kuahnya saja rasa gurih yang memikat akan segera menyergap lidah.



6. Soto Lenthok
Soto yang satu ini merupakan khas dari kota yang istimewa, yaitu Yogyakarta. Pembeda dengan soto yang lainnya adalah lenthok-nya itu. Lenthok sendiri terbuat dari singkong atau kalau bahasa jawanya telo, yang dihaluskan dan diberi bumbu kemudian dibentuk bulat lalu digoreng. Lenthok ini rasanya gurih lezat, apalagi kalau dicampur sama kuah soto yang masih panas.


7. Soto Medan
Perbedaan antara soto medan dengan soto yang lainnya adalah kuahnya yang memakai santan dan berwarna agak kekuning-kuningan. Soto medan terdiri dari suwiran ayam, kentang goreng dan telur rebus. Semua bahan tersebut akan bercampur dengan kuah santan yang beraroma daun serai yang akan menggugah selera makan Anda.

Soto ini cukup kental karena dimasak dengan kuah santan yang sekali perasan. Disajikan dengan perkedel kentang dan kaya akan rempah-rempah. Ada bumbu jintan untuk penyedap selera dan dilengkapi dengan emping, kentang, telur, tomat, dan bawang merah untuk penyajiannya. Biasanya ada dua pilihan antara soto daging atau soto ayam. Beberapa ada pula yang menambahkan tauge dan bihun sebagai pelengkap. Selera orang Medan yang suka dengan makanan berlemak membuat menu ini menjadi satu menu andalan di rumah-rumah makan di kota Medan.


8. Soto Banjar
Soto dari Kalimantan, tepatnya Banjar, Kalimantan Selatan ini bahan utamanya adalah ayam. Soto ini akan tercium bau rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala dan cengkeh. Selain bahan utama yang berupa ayam, soto ini juga memiliki pelengkap lain seperti perkedel dan telor. Kalau soto yang lain pakai nasi, nah soto yang satu ini makannya pakai lontong atau ketupat.


9. Soto Betawi
Soto Betawi memiliki kuah santan dengan tambahan susu yang membuatnya makin gurih. Aromanya pun kaya akan aroma pala, cengkeh dan kapulaga. Pelengkap untuk makan soto ini ada irisan daging, paru, emping dan acar mentimun. Ada juga kalau mau tambah dengan jeroan atau kalau bukan jeroan masih ada mata dan juga hati.

Walau Soto Betawi ini memiliki kuah cukup berat dan kental tapi kenikmatannya tetap luar biasa. Kekentalan kuah Soto Betawi ini disebabkan penggunaan santan dan susu sehingga menimbulkan citarasa yang sangat gurih.

Soto yang populer di daerah ibu kota Jakarta ini semakin gurih dengan penggunaan jeroan sebagai salah satu bahan utama. Tidak jarang, organ-organ lainnya seperti hati dan mata juga dijadikan isi dari soto tersebut. Cita rasa soto nusantara yang satu ini pun bertambah dengan adanya taburan keripik emping dan acar timun sebagai pelengkap. Walau dara campuran susu dan santan, tapi aroma pala, cengkeh dan kapulaga cukup semerbak di sajian soto ini.


10. Soto Mie Bogor
Walau berada di kota tetangga Jakarta, namun soto yang satu ini punya cita rasa beda dari Soto Betawi. Soto yang berasal dari daerah Jawa Barat ini adalah Soto Mie Bogor. Sesuai dengan namanya, Soto Mie Bogor menggunakan mie sebagai salah satu bahan utama. Sehingga, sepintas hidangan khas Bogor ini tidak terlihat seperti soto melainkan seperti mie rebus.

Selain penggunaan mie kuning, bahan lainnya yang membuat soto ini cukup unik ialah urat dan kaki sapi, risoles, serta babat. Karena bahan-bahannya yang sudah cukup berat, Soto Mie Bogor seringkali disantap dengan sendirinya tanpa ada tambahan nasi atau ketupat


11. Soto Bandung
Kuah putih menjadikan soto ini selain enak dipandang tentunya juga enak dimakan. Lobak menjadi ciri khas dari soto yang berasal dari Bandung ini. Selain lobak, ada juga bahan lain seperti tomat, seledri dan kedelai goreng. Kalau mau tambahan lain bisa juga dengan perkedel kentang, perkedel singkong, tempe, dan kerupuk.

Masih di provinsi yang sama, tetapi cita rasa dan tampilan soto yang satu ini sudah cukup berbeda. Berkunjunglah ke ibukota Jawa Barat dan Anda akan menemukan Soto Bandung. Bahan-bahan dasar yang digunakan dalam soto Bandung adalah daging sapi dan rempah-rempah khas soto nusantara lainnya. Yang membedakannya dari soto lainnya ialah penambahan tomat, lobak, dan kacang kedelai yang telah digoreng. Kuah soto terasa ringan dan segar karena tidak menggunakan santan. Tambahan lobak di dalam soto ini menjadikan Soto Bandung memiliki cita rasa yang khas dan beda.


12. Soto Madura
Soto dari Madura ini sama seperti soto-soto yang lain, yaitu berkuah, hadu yang namanya soto ya pasti berkuah. Soto ini berbahan dasar daging sapi, telur rebus, kentang goreng dan tauge. Dilengkapi juga dengan babat, usus dan paru sapi yang akan membuat rasa dari soto ini menjadi lebih gurih.

Soto Madura merupakan salah satu jenis soto yang memiliki isi paling banyak. Soto Madura berisikan berbagai jeroan sapi seperti babat, paru-paru dan usus sehingga menghasilkan rasa gurih yang khas. Selain jeroan, soto Madura juga dilengkapi dengan berbagai bahan lainnya seperti bihun, kol, telur rebus, ayam dan tauge.


13. Soto Surabaya
Saat anda singgah di Surabaya cobalah Surabaya, atau sering disebut Soto Ambengan Surabaya. Cita rasanya sudah terbukti membuat orang yang suka makanan berkuah pekat  menjadi ketagihan. Kuah Soto Ambengan lebih pekat dari soto lainnya, ini karena memakai bumbu kunyit dan sentuhan koya. Puncak kenikmatan memakan Soto Ambengan pada siang hari.


14. Soto Pacitan
Soto Pacitan memang cukup unik karena tidak memakai santan, seperti halnya soto Surabaya. Dan yang paling kelihatan adalah pemakaian telur rebus, sledri, kacang tanah goring, bawang goring, dan campuran kecambah jawa yang membuat soto Pacitan cukup unik dan menggoda selera.

Soto Pacitan bahkan sudah banyak beredar di luar Pacitan, karena memang rasanya berbeda dari soto kebanyakan. Bahkan Presiden SBY yang juga berasal dari pacitan begitu suka dengan soto Pacitan. Soto paling pas dihidangkan dengan topping. Soto Pacitan bisa disajikan dengan topping Seledri yang dicincang, Bawang goreng, kecambah, kecap, dan kacang tanah goreng.  Kacang goring yang merupakan pelengkap tersebut memang menjadi unik dan lezat ketika di makan saat soto pacitan masih panas.

Yang paling enak dalam menjaga cita rasa soto Pacitan adalah menggunakan bahan baku ayam kampong. Selain kualitas gizi yang lebih tinggi, kadar lemaknya juga rendah, juga akan menjaga rasa soto tetap harum dan nikmat saat disantap bersama keluarga. Soto Pacitan bisa anda dapatkan di sekitar wilayah pacitan, dengan harga yang relatif terjangkau.


15. Soto Tauco Pekalongan
Soto tauto atau yang sering dikenal dengan soto tauco ternyata memliki singkatan tersendiri, yaitu diambil dari kata tauco soto yang kemudian disingkat tauto. Makanan khas kota pekalongan ini memang banyak disajikan disepanjang jalur pantura, jadi bagi anda yang berminat dan penasaran akan rasanya yang menggugah selera silahkan mampir untuk mencicipi citarasa lezatnya soto yang satu ini. Sajian yang khas pada soto ini adalah dibagian penambahan tauco matangnya, yang menjadikan soto ini sangat kental dan lezat.

Soto khas pekalongan ini biasanya disajikan dengan dua kuah yang berbeda, ada kuah ayam dan ada juga kuah daging sapi. Perbedaan antara keduanya adalah pas pemberian tauconya saja, bila anda mencoba mencicipi makanan ini di pekalongan biasanya untuk kuah kaldu ayam tauconya akan dipisah dahulu, walaupun anantinya kita satukan lagi. Nah untuk yang kuah kaldu sapi udah langsung ditambahkan tauco pas kita memesanya, jadi kita tidak perlu menambahkan tauconya lagi.


16. Soto Banjarnegara
Mungkin sangat jarang yang mengetahui tentang soto Banjarnegara. Soto Banjarnegara atau yang lebih dikenal oleh orang Banjarnegara yaitu soto Krandegan merupakan soto yang unik. Berbeda dengan soto-soto lainnya sperti soto bancar dan soto sokaraja yang merupakan kombinasi kuah bening dan kacang tanah, soto grombyang yang hitam pekat karena kluwek, soto bangkong karena kuah beningnya, ataupun soto kudus dengan khas daging kerbaunya.

Soto Banjarnegara berkuah kuning sekilas mirip dengan opor, tapi setelah anda merasakannnya rasanya jauh berbeda dengan opor. Kombinasi kuah kuning dengan santan yang dicampur dan direbus dengan tulang-tulang dan daging sapi menambah gurihnya soto tersebut. Cara penyajiannya biasanya dimakan menggunakan ketupat, lalu ketupat tersebut diguyur dengan kuah, tidak lupa ditambahkan taoge muda, irisan daun bawang, dan bawang goreng yang menanmbah sedapnya soto tersebut.


17. Soto Sokaraja
Soto Sokaraja, merupakan salah satu makanan khas tradisional Indonesia dari daerah yang bernama Sokaraja, Purwokerto. Soto memang sering dinamai sesuai nama tempat awal dimana soto itu lahir. Resep Soto Sokaraja ini memiliki kuah bening yang segar dan harum karena menggunakan jahe dan serai di dalam kuahnya, soto Sokaraja ini juga dibuat dengan berbagai macam aneka campuran rempah khas Indonesia lainnya, sehingga menambah kesegaran dan kegurihan dari rasa kuahnya.

Bagi anda penikmat soto, tidak ada salahnya untuk mencoba membuat soto khas Sokaraja ini. Jangan lupa saat menyantapnya harus ditemani kerupuk dan nasi putih hangat.


18. Soto Padang
Kalau masakan padang sudah terkenal sampai ke mancanegara, sekarang kita kenalan sama sotonya. Soto padang dibuat dengan menggunakan daging sapi. Kuahnya tentu dihasilkan dari kasldu sapi juga, tetapi ada campuran cuka yang membuat rasa soto ini menjadi sedikit asam dan manis.

Sumatera Barat cukup dikenal sebagai daerah yang memiliki sajian kuliner lezat. Wajar saja kalo daftar deretan soto nusantara ini menempatkan Sumatera Barat dalam salah satu daftar. Soto Padang ini cukup bening dan tak sekental soto Medan. Terbuat dari kaldu sapi, kuah Soto Padang memiliki rasa kecut gurih yang khas karena adanya campuran cuka dalam racikannya.

Soto Padang disajikan dengan irisan daging sapi yang telah digoreng kering serta bihun. Soto Padang biasanya ditemani perkedel kentang sebagai pelengkap. Aroma harum Soto Padang ini muncul dari campuran daun jeruk, serai, jahe, dan daun bawang.


19. Soto Makassar
Di Makassar, soto ini  disebut juga Coto Makassar. Menu ini merupakan kuliner wajib dicoba bagi siapapun yang berkunjung ke ibu kota Sulawesi Selatan. Jenis soto nusantara yang satu ini memiliki rasa gurih yang khas, karena isinya yang terbuat dari jeroan atau isi perut sapi. Potongan usus, hati dan daging sapi direbus dalam waktu yang cukup lama hingga menghasilkan kaldu yang kuat, lalu diiris tipis dan disajikan bersama ketupat. Memiliki rasa yang tidak familiar di lidah masyarakat Indonesia kebanyakan karena paduan rempah yang cukup banyak.

Ini 19 Soto Khas Daerah di Indonesia yang Lezatnya Nggak Ketulungan


Beribu-ribu kilometer dari Mountain View, seorang perempuan muda yang masih duduk di bangku kuliah Universitas Indonesia bernama Azka Slimi bermimpi dapat memberdayakan kaum marjinal yang kerap ia temui. Mimpi itu membawa Azka yang baru berumur 21 tahun itu terlibat dalam sejumlah kegiatan yang berfokus kepada isu sosial dan lingkungan.

Setelah beberapa kali mengikuti seminar mengenai startup, ia melihat potensi yang sangat besar dari teknologi bernama mesin pencari.

Azka menganggap potensi dari mesin pencari yang dapat dikembangkan masih sedemikian luas dan ia ingin potensi tersebut dapat menyalurkan minatnya terhadap isu sosial.

"Kegiatan browsing sudah jadi keseharian. Bahkan bisa dibilang sudah jadi bagian dari gaya hidup. Terlebih di Indonesia sendiri," cerita Azka.

Akhirnya Azka memilih mesin pencari sebagai medium berdonasi yang ia sebut dengan social search engine. Konsep tersebut ia ambil untuk menjembatani kegiatan donasi di sela-sela kehidupan masyarakat sekaligus menjadi jawaban dari keinginannya melibatkan aksi sosial di ujung jari pengguna internet.

Menggandeng seorang rekan, akhirnya lahir sebuah gagasan untuk menciptakan mesin pencari bernama Geevv pada Agustus 2016. Hanya berselang sekitar sebulan tepatnya pada 26 September, Geev beroperasi pertama kalinya.

Apa itu Geevv?

Azka menjelaskan bahwa Geevv bukanlah sekadar mesin pencari seperti Google. Secara teknis, ia akui cara kerjanya tak jauh berbeda seperti yang orang sering lihat dari Google. Namun secara prinsip, Azka menekankan bahwa startup yang ia buat adalah social search engine.

Maksud dari istilah sosial yang ia imbuhkan merupakan cerminan tujuan utama yang ingin dicapai dari sebuah mesin pencari. Dengan kata lain, mayoritas keuntungan yang dihasilkan dari Geevv akan disalurkan ke sejumlah program sosial seputar kesehatan, pendidikan, dan kemiskinan.

Tiap satu pencarian yang berhasil dilakukan melalui situs Geevv.com, pengguna menghasilkan Rp10 di saldo donasi mereka. Angka itu akan terus berlipat seiring jumlah pencarian yang dibuat. Sederhananya, makin sering digunakan, berlipat pula donasi yang dihasilkan.

Uang donasi yang yang dihasilkan pengguna dapat terlihat langsung di pojok kanan atas situs pencarian. Azka menjelaskan bahwa jumlah uang donasi itu berasal dari pendapatan iklan yang masuk. Setelah mengambil 20 persen untuk profit perusahaan, sisa pendapatan sebesar 80 persen ditujukan untuk donasi.

"Cara penghitungannya adalah jumlah rata-rata iklan yang muncul dibagi banyaknya hasil pencarian," terang Azka. Dari situs web Geevv, total donasi yang tersalurkan per 29 Oktober ini sudah berjumlah Rp230.900.

Tetap mengincar keuntungan?

Meski porsi keuntungan yang dialokasikan untuk donasi sangat besar, Azka mengakui Geevv sebagai entitas bisnis juga mengincar profit. Ia tak menampik bahwa tujuan lain dari mendirikan Geevv adalah untuk mencari untung.

"Jumlah donasi yang tersalurkan itu sudah dikurangi dari biaya operasional dan lainnya. Jadi kita sebenarnya profit kok," tegas perempuan yang sedang masih berjuang menyelesaikan studinya ini.

Selain mengupayakan trafik terus bertambah, Azka juga menambahkan saat ini ia dan timnya akan mengembangkan produk-produk turunan untuk monetisasi. Dengan cara demikian, Geevv akan mendapatkan penghasilan tambahan tanpa mengutak-atik sistem donasi yang sudah berjalan.

Dalam hal pendanaan, Geevv mendapat sokongan dari perusahaan family office investment asal Indonesia bernama RnB Fund. Namun Azka belum mau menyebutkan angka investasi yang mereka peroleh dari masa pendirian hingga sekarang.

Harapan Geevv

Dua persen dari market share mesin pencarian di Indonesia adalah target bsinis yang dipatok oleh Geevv selama dua tahun ke depan. Angka itu bukan target yang kecil mengingat mereka akan berhadapan langsung dengan sang raksasa Google. Azka berharap dalam dua tahun, bisa berkembang lebih dari angka itu.

"Setidaknya dua persen dari market share yang ada sekarang, itu sudah besar lho kalau kita lihat dari potensi yang ada. Sedangkan dalam waktu lima tahun ke depan target kita 5 persen," tutur Azka.

Azka mengakui Geevv tak akan mudah mencapai target itu. Apalagi mengingat sejarah mesin pencari lokal beberapa tahun belakangan tumbang satu per satu digilas oleh kecanggihan algoritma Google.

Itu sebabnya menurut Azka peran pemerintah akan krusial terhadap pertumbuhan Geevv. Ia bercermin pengalaman mesin pencari di Cina, Jepang, Jerman, dan Rusia, yang dilindungi dan dipercaya pemerintah lewat kebijakan yang ada di sana untuk melayani aktivitas pencarian online di negara mereka.

Sejumlah situs pencari Indonesia seperti findtoyou.com, nowgoogle.com, adalah korban dari keganasan kompetisi mesin pencari. Melihat para pendahulunya, Geevv percaya diri dapat bertahan dengan diferensiasi konsep yang mereka tawarkan. Walau demikian, Azka tak ingin muluk bermimpi menyaingi Google setidaknya dengan sumber daya yang masih sangat terbatas.

Di Indonesia sendiri jumlah pengguna produk Google terbilang cukup fantastis. Bedasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) per Oktober 2016, ada 81,8 juta pengguna internet Indonesia memakai Google Chrome sebagai browser utama.

Angka itu jauh melebihi setengah dari 132,7 juta pengguna internet nusantara. Produk lain Google seperti Gmail juga mengantogi perolehan pengguna yang sama besar di Indonesia seperti Chrome, jauh meninggalkan pesaingnya seperti Yahoo yang hanya digunakan oleh 43,6 juta orang.

[Sumber]

Geevv, Social Search Engine Buatan Anak Negeri


Mahasiwa berprestasi (Mawapres) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Tahun 2015 dari Fakultas Ekonomi Eva Andriani memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa baru. Pesan itu ditulis melalui akun facebook pribadinya.

Dear maba 2000 berapapun...

Jadi teori kaderisasi yang rumit itu aku simpulkan seperti ini setelah jadi mahasiswa tua.

Tingkat 1 (semester 1+2) : cari tau potensi kamu melalui SWOT atau hobi, visi misi selama di kampus dan tentukan mau konsen aktivis, prestasi, atau aktivis prestatif atau atau yang lain?

Tingkat 2 (semester 3+4) : saatnya kamu jadi role model maba selanjutnya, ini nih waktu kamu pol-polan berkarya, mengabdi dan berprestasi. Dimanapun, mau sayap kanan, sayap kiri, sayap tengah, mau jadi back segala juga gapapa. hehe.

Tingkat 3 (semester 5+6) : kalo sudah berhasil jangan mau berhasil sendiri, mau masuk surga sendirian? Ini saatnya kaderisasi orang baru. Tidak harus aktivis yang mikirin kader gini. Kalau dulunya kamu Mawapres yang sampe universitas doang, ya kadermu harus sampe nasional. Kalau dulu kamu gubernur ya kadermu jadi presma, jangan malah kamu ikutan jadi wapresnya 2 kali ya haha. Boleh-boleh aja sih kalau tidak mau gantian.

Tingkat 4 (semester 7+8+++) : yey Lulus? Eh engga juga, ini saatnya kamu menata diri di masyarakat. Dan, mempertanggungjawabkan keilmuan yg kamu miliki. Keilmuan, yang pertama usaha bisa lulus dulu ya. Melalui SKRIPSI. Jadilah nantinya kamu adalah sosok alumni Unnes yang solutif bin prestatif di masyarakat.

Di tingkat berapa kamu sekarang? Sudahkah begitu?
Ohh, sudah. Lu keren ah!

Selamat pagi, jangan lupa touch up hati tiap hari.

[Source]

Pesan dari Mawapres Unnes 2015 untuk Seluruh Mahasiswa Baru


Gais, bersyukurlah kamu yang bisa berkurban tahun ini. Yang tahun ini belum berkesempatan semoga tahun depan bisa nyusul. Aamiin..

Kamu pasti tahu kan kalau kamu berqurban nggak boleh potong kuku dan potong rambut selama 10 hari? Dihitung dari tgl 1 sampai 10 Dzulhijjah ya. Nah ini ada tips buat kamu yang berqurban agar tetap kece walaupun tidak potong kuku dan rambut:

1. Tetep mandi
Jangan mentang-mentang ngga boleh potong kuku dan rambut kamu ngga mandi, nanti ketuker sama hewan qurban gimana?

2. Pastiin kuku kamu tetep bersih meski panjang
Caranya dengan rutin membersihkan kotoran kuku dg alat yang wajar seperti kikir. Buangin item-itemnya. Jangan pake mie lidi ya.

3. Tahan dulu buat maenan pasir atau tanah
Karena bakal ngotorin kuku dan susah di bersihin.

4. Keramas
Tuh rambut kita mesti selalu bersih, makanya dikeramasin. Apalagi buat ciwi2 berjilbab, meski ketutup kudu tetep bersih yak. Jangan sampe tuh dibalik hijab jadi kebun binatang 🐒

5. Biarpun gondrong jangan lupa sisiran ya
GGS (Gondrong Gondrong Sisiran), biar gondrong tapi rapi. Tapi ini gak berlaku buat kamu yang botak bin plontos 😶

Itu dulu deh, senantiasa perbaiki niat kita untuk berqurban meski belum mampu.

Atau mungkin, qurban yang kita bisa dulu lah. Misal perasaan. Ehh..
Jangan lupa juga amalan-amalan sunah di bulan istimewa ini ya gais.

[Source]

Tips Tetap Kece Walaupun Tidak Potong Kuku dan Rambut


Tahun 70an sampai awal 90an, kita masih sering melihat mahasiswa luar daerah yang kos di Jogja ikut ronda, kerja bakti kampung, bahkan membantu pemilik kos mengecat atau benerin genteng rumah. Tidak jarang anak kos ikut makan di dalam, baik karena warung masih jarang ataupun alasan hidup irit. Pemilik kos juga oke-oke saja karena menganggap mahasiswa luar daerah adalah anak-anak yang sedang prihatin, jadi perlu dibantu.

Banyak warung di sekitar UGM atau UNY ketika itu kalendernya penuh lingkaran dan coretan spidol. Mau tau kenapa? Itu adalah catatan hutang makan anak-anak kos yang weselnya telat. Hubungan pemilik warung dan anak kos demikian dekat juga karena alasan kemanusiaan. Hutang makan itu tidak mengenal prinsip perjanjian bisnis yang ada temponya. Pokoknya, hutang baru dibayar kalau kiriman uang dari kampung sudah tiba. Dan satu mahasiswa yang kos bisa punya hutang makan di dua atau tiga warung yang berbeda.

Anak kos juga hidup selayaknya orang kampung setempat. Tidak sibuk di kamar dan hanya keluar seperlunya. Banyak yang ikut nongkrong di pinggir jalan, ngobrol sampai malam bahkan begadang sampai pagi di akhir pekan. Kalau pulang kampung, mereka balik ke Jogja membawa oleh-oleh buat pemilik kos. Bukan sekadar makanan kecil, kadang bahkan beras, bawang merah, lombok, sampai ayam. Pokoknya apa yang dipunya orang tua di kampung dibawa. Itu adalah hubungan kekeluargaan yang luar biasa hangat.

Sekarang?

Tidak ada lagi anak kos ikut ronda, kerja bakti, apalagi mbenerin genteng rumah kosnya. Barangkali terlalu sibuk dengan kuliah dan tugas-tugas. Tidak ada lagi cerita kalender penuh catatan spidol berisi daftar hutang makan anak kos. Semua dibayar tunai pada saatnya. Transaksinya standar. Bukan lagi hubungan dua anak manusia yang menjadi saudara, kos telah menjadi bisnis murni dan yang ada adalah penjual dan pembeli.

Kalau kita rasan-rasan dengan para pemilik kos, ada kerinduan dari cerita-cerita mereka soal masa lalu kehidupan kampung yang penuh kos-kosan di sekitar kampus. Artinya, sebagai orang Jogja, para pemilik kos ini sebenarnya masih ingin dianggap sebagai saudara oleh anak-anak kos. Tapi di sisi yang lain, kalau mahasiswa gerundelan soal kosnya, suaranya hampir senada. Mereka juga mengeluhkan iklim bisnis yang terlalu melekat di sektor persewaan kamar ini.

Artinya, memang ada perubahan di kedua belah pihak.
Kita sebenarnya kangen dengan hubungan manusiawi antara pemilik kos dan mahasiswa ngekos. Kita ingin melihat lagi Jogja yang hangat kepada para pendatang. Di sisi lain, kita juga ingin melihat anak-anak muda yang datang ke Jogja dengan membawa semangat kekeluargaan.

Hidup sebagai mahasiswa kos di Jogja jangan sampai terlewat hanya dengan belajar ilmu di kampus. Tinggal di Jogja adalah kesempatan besar untuk mengecap budaya masyarakat setempat. Tidak hanya menikmati gudeg yang manis, tetapi sekaligus merasakan manisnya kehidupan bertetangga di kampung.

Mari kita kembalikan ruh persaudaraan semacam itu. Perlakukan mereka yang datang untuk belajar di Jogja sebagai anak-anak kita sendiri. Dan untuk mahasiswa luar daerah yang datang ke Jogja, anggaplah pemilik kos sebagai orang tua.

Sumber: FB @syauqisoeratno

Zaman Dulu Mahasiswa Ikut Ronda, Kalau Sekarang?

Smoking Bells 

Bagi orang yang tidak merokok, ikut menghisap asap rokok tentu menjadi satu hal yang sangat mengganggu.

Bukan Jepang namanya kalau tak menciptakan teknologi mutakhir yang membuat kagum negara lain.

Inilah satu di antara inovasi yang sudah sejak lama ada di Jepang.

Alat ini menjadi solusi bagi orang yang merokok di kafe atau tempat umum.

Namanya Smoking Bells, karena bentuknya memang menyerupai bell atau lonceng.

Alat ini didesain untuk membuat perokok menikmati asap rokoknya sendiri.

Selain itu asap rokok tidak akan mengganggu orang di sekitarnya.

Kafe dengan lahan terbatas tidak perlu menyediakan area khusus merokok.

Smoking Bells memang belum terlalu banyak dijumpai.

Hanya kafe atau restoran tertentu di Negeri Sakura yang sudah menggunakan alat ini.

Jika diperhatikan di atas alat ini terdapat cerobong yang menuju ke atas seperti tempat pembuangan asap.

Saat makan di tempat ini jangan kaget ya kalau tiba-tiba dimasukan dalam alat menyerupai lonceng kaca ini ya.

[Source]

Di Tempat Ini Asap Rokok Harus Kamu Hirup Sendiri, Ini Alatnya


Setiap kampus memiliki cara masing-masing untuk menyambut mahasiswa baru. Meskipun nama dan cara yang dilakukan setiap perguruan tinggi berbeda-beda namun tujuannya tetap sama, yakni memberikan pemahaman awal tentang kampus sebagai lingkungan akademis.

Berikut dokumentasi kemeriahan orientasi mahasiswa baru dari berbagai perguruan tinggi bergengsi di Indonesia.

1. PPSMB UGM
Penutupan PPSMB Palapa UGM 2016 ini dimeriahkan dengan pembentukan formasi-formasi seperti tahun-tahun sebelumnya diantaranya Kepulauan Indonesia, Indonesia Raya, lambang Garuda Pancasila, lambang ASEAN dan ditambah formasi baru tahun 2016, lambang United Nations.





2. AMERTA UNAIR
Prosesi penerimaan 7100 mahasiswa mahasiswi Universitas Airalngga oleh Rektor Prof. Dr. Moh. Nasih, S.E.,M.T.,Ak. Acara dilanjutkan dengan konfigurasi dari mahasiswa baru angkatan 2016. Seluruh rangkaian acara dilaksanakan di Airlangga Convention Centre, Kampus C Universitas Airlangga Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur.






3. ODM UNDIP





4. INTEGRASI ITB






5. PPAK UNNES 


Kemeriahan Penyembutan Mahasiswa Baru Kampus Bergengsi di Indonesia


Cerita humor Mukidi tidak hanya viral di aplikasi pesan WhatsApp, tapi juga di media sosial termasuk Twitter. Bahkan topik Mukidi berhasil menduduki daftar Indonesia Trends pada 26 Agustus 2016 yang lalu.

Menurut praktisi online Indonesia, Enda Nasution, ada dua alasan yang membuat cerita humor Mukidi viral di media sosial dan aplikasi pesan yaitu konten menarik dan alat yang membuatnya menjadi viral. Alat yang dimaksud berkaitan dengan aplikasi dan media sosial yang saat ini digunakan oleh banyak orang di Indonesia.

"Kalau tidak ada medium digital, tak mungkin humor Mukidi ini menjadi viral," kata Enda.

Siapa itu Mukidi, tokoh cerita humor yang tengah populer ini? Mengutip informasi dari www.ceritamukidi.wordpress.com, Mukidi berasal dari Cilacap. Ia tipikal orang yang biasa saja, tidak terlalu alim, mudah akrab dengan siapa saja.

Punya karir, tapi kadang bisa menjadi apa saja. Istrinya Markonah, juga punya karir tapi tidak terlalu istimewa. Anak mereka 2 orang, Mukirin yang sudah remaja dan Mukiran yang masih duduk di bangku SD. Sahabatnya adalah Wakijan.

Jika ditelisik, Mukidi hanyalah sosok fiktif belaka. Ia tak ubahnya seperti Abunawas dalam kisah 1001 Malam. Perannya juga tidak begitu jelas. Berbeda dengan Abunawas, ia bisa menjadi anak kecil, orang dewasa, kakek-kakek, orang Jakarta, orang Jawa, orang Madura, siapa saja. Pokoknya, asal bisa membuat orang tertawa.

Berikut beberapa di antara kisahnya yang diambil dari blog tersebut.

MUKIDI DAN GAJAH

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.00. Bel sekolah berbunyi dan para siswa pun langsung berlarian memasuki kelasnya masing-masing. Termasuk Mukidi. Mukidi memang sangat dikenal oleh para guru di sekolah itu. Anaknya sih enggak bandel-bandel amat. Namun dia sangat populer sebagai anak yang nyebelin banget.

Siang itu Mukidi duduk di paling depan. Karena salah satu bangku teman yang ada di depan tidak masuk. Maka dari itu Mukidi berniat duduk di paling depan. Kebetulan pelajaran hari itu adalah pelajaran Bahasa Indonesia. Ini adalah mata pelajaran yang paling disukai oleh Mukidi. Nah pada kesempatan itu, Guru Mukidi berkeinginan untuk membuat tebak-tebakan nama hewan. Berikut dialognya

Guru: "Anak-anak, apa nama binatang yang dimulai dengan huruf G ?".

Mukidi berdiri dan menjawab: "Gajah, bu guru !"

Guru: "Bagus, pertanyaan berikutnya. Apa nama binatang yang dimulai dengan huruf 'D' ?"

Semua murid diam, tapi Mukidi kembali berdiri: "Dua gajah, Bu Guru..."

....gerrr sekelas

Guru: "Mukidi, kamu berdiri di pojok sana !

Ayo anak-anak kita lanjutkan. Pertanyaan berikut, binatang apa yang dimulai dengan huruf "M"?

Semua murid diam.

Tapi lagi-lagi Mukidi menjawab dengan tenang, "Mungkin Gajah..."

Guru: "Mukidi, kamu keluar dan berdiri di depan pintu !"

Mukidi keluar dengan suuedihhh. Guru melanjutkan.

Guru: "Pertanyaan terakhir. Anak-anak, binatang apa yang dimulai dengan huruf "J"?

semua diam.

Tak lama sayup-sayup terdengar suara Mukidi dari luar kelas

Mukidi: "Jangan-jangan Gajah"

Saking kesalnya, Bu Guru menyuruh Mukidi pulang....

Guru: "Sekarang anak-anak, binatang apa yang diawali dengan huruf P ?"

Sekali lagi semua murid terdiam.

Tiba-tiba HP bu Guru berdering.

Guru: "Ya hallo..."

HP: "Maaf bu, saya Mukidi. Jawabannya: Pasti Gajah"



TERNYATA MUKIDI TERLALU SAYANG SAMA ISTRINYA

Suatu hari istri Mukidi akan melahirkan anak pertama mereka.

Mukidi pun buru-buru ke rumah sakit dan disuruh masuk untuk menyaksikan proses persalinan

Setelah persalinan selesai Mukidi pun mengecup kening istrinya sambil berkata:

Mukidi: Alhamdulillah... anak kita perempuan, makasih yaa, sayaang...

Istri: Iyaa, kang

Mukidi: Sakit yaa, sayang...?

Istri: Iyaa kang...sakiit banget!

Mukidi: Yaaank... aku sayaaang banget sama kamu... aku ga tega

Istri: Iyaa kang...!

Mukidi: Nanti kalau untuk anak kedua titip sama yang lain aja yaaa... jangan dari kamu lagi, aku ga tega, yaang.

Istri: ...??????????...



SETELAH MUKIDI SUKSES DAN PUNYA ANAK CUCU

Suatu malam, mbah Mukidi yang sudah berusia 85 tahun telpon ke dokter pribadinya.

"Dokter, ada yang aneh dengan toilet saya. Setiap malam waktu saya mau kencing, lampunya langsung nyala sendiri begitu saya buka pintunya."

Sang dokter menjawab, "Mbah, Embah istirahat saja deh, nanti saya perbaiki." Kata si dokter, mencoba menenangkan Mbah Mukidi.

Karena merasa ada yang aneh, kemudian si dokter menelpon keluarga si Embah, dan yang mengangkat putri bungsunya, Sheilla namanya.

"Halloo Dik Sheilla, tadi Mbahmu memberitahu bahwa lampu toiletnya langsung menyala saat pintunya dibuka, apa memang kamar mandi dipasang lampu otomatis ?"

Mendengar hal ini, Sheilla langsung berteriak,

"Mamah... Kakak ... Mbok Ijah ... Papah kencing di kulkas lagi tuhhh..."

Dokter: "Waduhhhh..."



MUKIDI NONTON BIOSKOP

Jam 8 pagi di kantor bioskop.

Kriiiiing! telepon di meja kantor bioskop XXl berbunyi.

Mukidi: "Halloow Mas.... saya mau nanya, bioskop buka jam berapa.... ?"

Penjaga: "Jam satu Mas.

Mukidi: "Bisa buka jam sembilan tidak mas?"

Penjaga: "Gak bisa. Biasa jam satu bukanya."

Jam 11, telepon bunyi lagi.

Mukidi: "Hallow..... Jam berapa bukanya bioskop?"

Penjaga: "Kamu yang telepon tadi ya, Mas? Kan sudah dikasih tau.. bukanya jam 1"

Mukidi : "Jam 12 tidak bisa, Mas?"

Penjaga: "Tidak bisa! Emang bioskopnya Mbahmu apa!"

Mukidi: "Nawar sedikit saja, Mas. Enggak apa-apa sudah, setengah satu saja ya?"

Penjaga: [dongkol] "Sebenarnya kamu mau nonton film apa tho, kok telepon terus-terusan?"

Mukidi: [sambil menangis] "Saya ini sebenarnya di dalam bioskop, Mas. Tadi malam pas nonton pilem ketiduran. Tolong, Mas, bukakan pintunya. Saya pengin pulang."



MUKIDI LAGI MUKIDI LAGI

Ternyata Markonah, istri Mukidi, masih perawan. Dia pergi ke dokter kandungan untuk periksa.

Waktu dokter mau periksa bagian dalam, terjadi percakapan:

Markonah: “Hati-hati periksanya ya, dok, saya masih perawan lho…”

Dokter: “Lho… katanya ibu sudah kawin-cerai 3x, mana bisa masih perawan…?? ”

Markonah: “Gini lho Dok, eks suami saya yang pertama ternyata impoten…...!!”

Dokter: “Oh begitu… tapi suami ibu yang kedua tidak impoten kan....?”

Markonah: “Betul Dok, cuma dia gay, jadi saya tidak pernah diapa-apain sama dia…”

Dokter: “Lalu suami ibu yang ketiga si Mukidi tidak impoten dan bukan gay kan....?”

Markonah: “Betul Dok, tapi ternyata dia itu orang partai…”

Dokter: “Lalu apa hubungannya dengan keperawanan ibu…??”

Markonah: “Dia? cuma janji-janji saja Dok, tidak pernah ada realisasinya..... Jadi cuma dicontreng aja, gak dicoblos......!!!



MUKIDI MERDEKA


Jaya adalah tetangga Mukidi, tapi mereka tak pernah rukun. Mukidi merasa Jaya adalah saingannya.

Jika Jaya beli sepeda baru, Mukidi tidak mau kalah. Mukidi ya beli sepeda baru juga.

Ketika menjelang Lebaran, rumah Jaya dicat merah. Besoknya, Mukidi mengecat dengan warna merah juga.

Karena kini 17 Agustus-an, Jaya memasang spanduk di depan rumah bertulisan "INDONESIA TETAP JAYA".

Hati Mukidi panas dan memasang spanduk juga dengan tulisan "INDONESIA TETAP MUKIDI"



MUKIDI IKUT LOMBA NYANYI LAGU HARI KEMERDEKAAN

Mukidi: "Enam belas Agustus tahun empat lima...".

Juri: "Salah itu..., ulangi !".

Mukidi: "Enam belas Agustus tahun empat lima...".

Juri : "Salah..., kesempatan terakhir!"

Mukidi: "Saya ndak salah pak, sampean dengar saya nyanyi dulu".

Akhirnya juri serius mendengarkan Mukidi bernyanyi.

Mukidi: "Enam belas Agustus tahun empat lima..., BESOKNYA hari Kemerdekaan kita..."


AYAM GORENG

Dalam keadaan lapar, Mukidi masuk ke sebuah rumah makan. Ia memesan ayam goreng. Tak lama kemudian sebuah ayam goreng utuh tersaji. Baru saja Mukidi hendak memegangnya, seorang pelayan datang tergopoh-gopoh.

"Maaf Mas, kami salah menyajikan. Ayam goreng ini pesanan bapak pelanggan yang di sana," kata pelayan sambil menunjuk seorang pria berbadan kekar dan berwajah preman.

Akan tetapi karena sudah terlanjur lapar, Mukidi ngotot bahwa ayam goreng itu adalah haknya.

Pria bertampang preman itu segera menghampiri meja Mukidi dan menggertaknya.

"AWAS kalau kamu berani menyentuh ayam itu...!!! Apa pun yang kamu lakukan kepada ayam goreng itu, akan aku lakukan kepadamu. Kamu potong kaki ayam itu, aku potong kakimu. Kamu putus lehernya, aku putus lehermu..!!!"

Mendengar ancaman seperti itu, Mukidi hanya tersenyum sinis sambil berkata, "Silakan! siapa takut?"

Lalu Mukidi segera mengangkat ayam goreng itu dan menjilat pantatnya.



MUKIDI LAGI..OH... MUKIDI


MUKIDI yang asli Madura, sedang berlibur ke Jakarta.

Dia keliling Jakarta dengan naik metromini.

Dia mengamati segala yg terjadi di dalam metromini. Termasuk kernet dan penumpang bus tersebut.

Tak lama kemudian si kernet bilang: "Dirman.. Dirman.. Dirman.." (tanda bahwa bus sampai di Jalan Sudirman)

Lalu seorang penumpang laki-laki teriak: "kiri..!"

Dan turunlah penumpang tersebut..

Selang berapa lama kernet teriak: "Kartini.. Kartini.. Kartini.."

Seorang cewek muda nyeletuk: "kiri..!", lalu cewek tsb pun turun..

Beberapa lama kernet itu teriak lagi: "Wahidin.. Wahidin.. Wahidin.."

Adalagi cowok yang bilang: "Kiri!"

Tak selang lama si kernet teriak lagi: "Gatot Subrotooo! Gatot Subrotooo!"

Seorang pemuda ganteng berkumis tebal menjawab: "Kirii..!!"

Maka turunlah si kumis itu.

Maka....

Tinggallah seorang diri MUKIDI dalam bus. Dengan hati jengkel dia colek si kernet, dengan nada marah MUKIDI bilang:

"Korang ajjar sampiyan ya... Daari tadi orang-orang sampiyan panggil. Lhaaa nama saya ndak sampiyan nggil panggil! Kalo begini, kaaapan saya toron?!!!"

Untung si kernet tanggap..

"Siapa nama Bapak..?"

"Namaku MUKIDI", jawabnya.

Si kernet langsung teriak: "MUKIDI. MUKIDI.. MUKIDI.. !!!"

MUKIDI pun lega dan berkata: "Naaaah.. Beggiitu..!! Kirri...!"

Maka turunlah MUKIDI di jalan tol.

Bagi yang menemukan MUKIDI harap menghubungi keluarganya di Sumenep.


MAAF, MUKIDI MUNCUL LAGI

Guru bertanya: "Anak-anak... Siapa yg mau masuk surga..?"

Serempak anak-anak menjawab "Sayaaaa..!"

Mukidi yang duduk di belakang diam saja..

Bu guru bertanya lagi: "Siapa yang mau masuk neraka..??"

Anak-anak: "Tidak mauuuu....!!!" Mukidi tetap diam saja.

Bu guru mendekat: "Mukidi, kamu mau masuk surga atau neraka...?

Mukidi: "Tidak kedua- duanya bu guru..."

Bu guru: "Kenapa..?"

Mukidi: "Habis waktu ayah saya mau meninggal, beliau berpesan, 'Mukidi, apa pun yang terjadi kamu harus masuk TENTARA...!"

[Source]

Mukidi, Sosok Fiktif yang Viral di Sosmed. Ini dia kisahnya...

Subscribe Our Newsletter